Sabtu , 25 November 2017
Home / Antropologi Kelas XI / Alternatif Penyelesaian Permasalahan pada Diversitas Kebudayaan

Alternatif Penyelesaian Permasalahan pada Diversitas Kebudayaan

Alternatif Penyelesaian Permasalahan pada Diversitas Kebudayaan -Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan jumlah penduduk yang cukup besar. Jumlah kepulauan dan penduduk yang besar tersebut membawa budaya lokal yang beragam pula. 

Keragaman yang ada tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa friksi kecil maupun besar akan timbul di dalam kehidupan bermasyarakat. Telah kamu ketahui melalui penjelasan sebelumnya, bahwa budaya lokal tidak hanya berupa kekayaan yang berkaitan dengan seni, namun juga dapat berupa pola pikir, nilai tradisi, seperangkat aturan, hukum adat, dan lain sebagainya. Dengan demikian pola hidup bermasyarakat pada setiap daerah di Indonesia beragam adanya.

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kepulauan dan suku bangsa. Tidak mudah menjalani kehidupan pada lingkungan yang memiliki keragaman. Bagaimana seharusnya menyikapi hal ini? Dapatkah kamu hidup berdampingan dengan orang yang berasal dari daerah yang berbeda ? Pertanyaan tersebut patut dipertanyakan pada diri kita agar dapat menumbuhkan rasa toleran dan empati sosial kepada orang lain yang memiliki budaya lokal yang berbeda dengan diri kita.

http://www.sibarasok.net/2013/11/Alternatif-Penyelesaian-Permasalahan-pada-Diversitas-Kebudayaan.html

Apakah toleransi dan empati itu?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ”toleran” adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakukan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa toleransi adalah suatu sifat memahami suatu perbedaan dengan cara menerimanya dengan baik. Contohnya adalah menerima dengan baik di dalam pergaulan, orang-orang yang menganut agama yang berbeda, orang-orang yang berbeda suku bangsa, dan lain-lain.

Adapun ”empati” adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya di keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Jadi, apabila seorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, maka ia dapat dikatakan telah mampu berempati terhadap sesama.

Jika pada saat seseorang atau suatu keluarga atau sekelompok orang mengalami suatu musibah, pihak lain memiliki perasaan atau pikiran yang setidaknya sama dengan yang terkena musibah. Dengan keadaan yang demikian, pihak lain tersebut kemudian dengan tulus melakukan upaya menumbuhkan dukungan mental terhadap orang yang terkena musibah. Jika seseorang sedang mengalami kesedihan akibat salah satu anggotanya meninggal dunia, orang lain yang setidaknya turut merasakan rasa kehilangan tersebut, maka orang tersebut telah berempati terhadap musibah yang dialami orang yang tertimpa musibah tersebut. 

Dengan toleransi dan empati sosial yang terjaga dengan baik, maka persatuan dan kesatuan di negeri yang terdiri dari 18.000 pulau ini senantiasa dapat terpelihara.

Dengan demikian, diversitas budaya yang ada harus ditanggapi dengan positif. Keragaman budaya bukan suatu kekurangan, melainkan suatu kelebihan bangsa Indonesia. Tidak seluruh negara di dunia ini memiliki ragam budaya sebanyak Indonesia. Oleh karena itu, patut disyukuri bahwa Indonesia kaya akan kebudayaan.

Berkaitan dengan hal tersebut perlu sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemahaman dan pengertian yang cukup mendalam tentang keberagaman tersebut. Pemahaman dan pengertian yang cukup mendalam mengenai keberagaman tersebut dapat dilakukan oleh lembaga dan keluarga.

Lantas bagaimana peranan lembaga dan keluarga sebagai media sosialisasi?

a. Lembaga

Dalam rangka mensosialisasi akan pentingnya pemahaman keberagaman, peran lembaga sangat diperlukan. Dalam hal ini lembaga sebagai media sosialisasi lembaga-lembaga yang dimaksud tentunya berkaitan erat dengan masyarakat seperti lembaga agama, lembaga sosial, dan lembaga pendidikan.

1) Lembaga Agama

Peran rohaniwan sangat penting di dalam memberi pemahaman yang mendalam mengenai perbedaan dan persamaan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat. Pedoman agama adalah hal yang sangat penting untuk mengantisipasi adanya pertentangan budaya yang berbeda.

2) Lembaga Sosial

Lembaga sosial seperti perangkat desa hingga lini terbawah adalah salah satu sarana utama di dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat akan pentingnya kebersamaan di dalam beragamnya cara pandang menjalani kehidupan.

3) Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga yang tertinggi adalah sarana penting di dalam memberikan pengertian dasar mengenai perbedaan dan persamaan budaya yang ada di Indonesia. Pendidikan dini menjadi hal yang utama memberikan pengertian akan keragaman budaya yang ada di lingkungan hidup mereka dan cara menghormati keragaman tersebut.

Pendidikan dini di luar keluarga adalah sekolah. Guru sebagai pendidik memiliki tugas yang cukup berat membimbing anak didiknya agar menjadi manusia yang beradab. Oleh karena itu, untuk menghadapi beragamnya budaya yang ada di sekitarnya, guru perlu memberikan pengertian yang cukup dalam mengenai keragaman budaya, berikut cara menghargai keragaman tersebut.

b. Keluarga

Selain lembaga keluarga dan lingkungan pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Kedua organisasi tersebut menjadi tonggak pendidikan awal seorang manusia. Orang tua sebagai pendidik di dalam keluarga perlu memasukkan ajaran mengenai keberagaman yang ada di lingkungan anak-anak tinggal. Tidak sebatas pengetahuan mengenai keragaman tersebut, namun perlu disertakan didikan cara menghormati dan menyayangi sesama. Diharapkan anak akan dapat memahami lebih dini, sehingga dapat menghargai arti persaudaraan antarsesama.

Demikianlah Materi Alternatif Penyelesaian Permasalahan pada Diversitas Kebudayaan, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *