Selasa , 21 November 2017
Home / Sosiologi Kelas X / Ciri dan Unsur Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan (Empiris, Teoritis, Kumulatif dan Nonetis)

Ciri dan Unsur Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan (Empiris, Teoritis, Kumulatif dan Nonetis)

Ciri dan Unsur Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan (Empiris, Teoritis, Kumulatif dan Nonetis) – Sebuah pengetahuan dikatakan sebagai ilmu apabila mengembangkan suatu kerangka pengetahuan yang tersusun dan teruji yang didasarkan pada penelitian ilmiah. Sosiologi dapat dikatakan sebagai ilmu sejauh sosiologi mendasarkan penelaahannya pada bukti-bukti ilmiah dan metode-metode ilmiah.

Suatu ilmu sekurang-kurangnya dapat dirumuskan dalam dua cara, yaitu:

a. Suatu ilmu adalah suatu kerangaka pengetahuan yang tersusundan teruji yang diperoleh melalui suatu penelitian ilmiah.

b. Suatu ilmu adalah suatu metode untuk menemukan suatu kerangkapengetahuan yang tersusun dan teruji.

Dengan demikian maka, sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan, apabila sosiologi mengembangkan suatu kerangka pengetahuan yang tersusun dan teruji yang didasarkan pada penelitian ilmiah. Sumber ilmu pengetahuan adalah philosophia (filsafat). Dari filsafat itu lahir tiga cabang ilmu pengetahuan, yaitu:

Ciri dan Unsur Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

a. Natural Sciences (ilmu-ilmu alamiah), seperti: fisika, kimia, biologi, botani, astronomi, dan sebagainya.


b. Social Sciences (ilmu-ilmu sosial), seperti: sosiologi, ekonomi, politik, sejarah, antropologi, psikologi sosial, dan sebagai-nya.

c. Humanities (ilmu-ilmu budaya), seperti: bahasa, agama, kesusastraan, kesenian, dan sebagainya.

Ilmu pengetahuan (sciences) adalah pengetahuan (knowledge) yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan cara berfikir ilmiah. Berfikir ilmiah merupakan kegiatan berfikir yang memenuhi persyaratan tertentu.

Sebagai ilmu pengetahuan sosial, sosiologi memiliki ciri-ciri yang memenuhi unsur-unsur keilmuan yaitu;

 
1. Empiris

Yaitu berdasarkan observasi terhadap kenyataan dan tidak berdasarkan praduga. Data sosiologi diambil berdasarkan hasil observasi di masyarakat, karena objek kajian sosiologi adalah masyarakat. Dengan demikian untuk mendapatkan data dari masyarakat diperlukan pengamatan langsung di masyarakat. Contoh. Siswa melakukan penelitian tentang tingkat pendidikan anak-anak jalanan, maka siswa tersebut akan mengambil data dengan melakukan observasi terhadap anak-anak jalanan.

 
2. Teoritis

Menyusun abstraksi dari hasil observasi yang bertujuan untuk menyusun kerangka dan menjelaskan hubungan sebab akibat kemudian diambil kesimpulan logis sehingga menjadi sebuah teori. Hasil penelitian sosiologi bukanlah bersifat ramalan masa depan tentang sebuah fakta sosiologis. Sosiologi hanya mempelajari data persoalan di masyarakat yang kemudian menjadi fakta yang sifatnya teori sebagai pengantar pemahaman tentang sebuah fakta sosiologi.

 
3. Kumulatif

Teori-teori disusun berdasarkan teori-teori yang sudah ada atau memperbaiki, memperluas serta memperkuat teori-teori yang sudah lama. Masyarakat senantiasa berkembang, demikian juga dengan persoalan-persoalan yang ada dalam masyarakat pun akan berkembang pula. 

Sebagai suatu ilmu dalam mengkaji sebuah permasalahan di masyarakat, sosiologi akan menggunakan teori-teori yang sudah ada sebelumnya untuk mendapatkan pemahaman tentang dasar permasalahan dan kemudian akan melahirkan teori yang baru untuk memperkuat dan memperluas teori yang sudah ada sebelumnya.

 
4. Nonetis

Kajian sosiologi tidak mempersoalkan baik dan buruk, tetapi untuk memperjelas kajian/masalah secara lebih dalam. Dalam mengkaji sebuah data sosiologi akan mengabaikan nilai yang dimiliki oleh data tersebut, baik atau buruknya, pantas atau tidaknya. Sosiologi akan melihat data tersebut sebagai objek kajian untuk dibahas dan dikaji secara mendalam. Contohnya, kajian sosiologis tentang anismisme dan dinamisme di masyarakat Islam pantai Utara Jawa.

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan antar manusia dalam hidup bermasyarakat. Secara etimologi (Ilmu asal kata), sosiologi berasal dari kata socius (bahasa latin) yang artinya teman atau kawan dan logos (bahasa Yunani) yang artinya kata, berbicara atau ilmu pengetahuan. 

Secara singkat sosiologi ilmu pengetahuan tentang masyarakat dimana sosiologi mempelajari masyarakat sebagai kompleks kekuatan, hubungan, jaringan interlasi, serta sebagai kompleks lembaga/pranata. Sosiologi juga melihat individu-individu yang saling berhubungan dan membentuk kelompok-kelompok yang pengaruhnya besar, terhadap kelakuan dan pola kelakuan bagi individunya Masyarakat memiliki banyak aspek yang bisa dipelajari oleh para pemerhati sosiologi, karena masyarakat merupakan kumpulan manusia yang saling berinteraksi.

Secara ringkas konsep-konsep dasar sosiologi yang di masyarakat ialah :

a. Perubahan sosial
b. Ketertiban dan Pengendalian sosial
c. Sosialisasi
d. Organisasi Sosial
e. Mobilitas sosial
f. Masalah-masalah Sosial.

Demikianlah Materi Ciri dan Unsur Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan (Empiris, Teoritis, Kumulatif dan Nonetis). Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *