Menentukan Arah Kiblat Dengan Tepat

0
119
Menentukan Arah Kiblat Dengan Tepat – Arah kiblat adalah suatu hal yang sangat penting bagi umat Islam, karena banyak kegiatan yang diharuskan menghadap kearah kiblat, tidak hanya Shalat, berdoa bahkan tidurpun dianjurkan menghadap kiblat.
Dalam pembangunan Masjid dan Mushalla perlu kehati-hatian yang lebih dalam menentukan arah kiblat ini, karena sedikit kesalahan saja, bisa berdampak selama bangunan itu berdiri, memang bisa menentukan arah kiblat menggunakan kompas, namun banyak hal yang mempengaruhi keakuratan nya seperti medan magnet bumi, benda-benda logam disekitar dan juga keahlian orang nya.
 
Sekarang ini dapat kita lihat tidak sedikit Masjid dan Mushalla yang kurang akurat arah kiblat nya. 
 
Namun sejak awal Ka’bah didirikan, Allah SWT sudah memberikan solusi terbaik dalam menentukan kiblat ini yaitu dengan menggunakan Matahari.
Menentukan Arah Kiblat Dengan Tepat

Istiwa A’zham (Persinggahan Utama) – Saat Matahari di Atas Ka’bah

Saat matahari di atas Ka’bah, 28 Mei dan 16 Juli, adalah salah satu cara menentukan arah kiblat. Dalam satu tahun masehi, matahari singgah dua kali tepat di atas Ka’bah. Hal ini merupakan pengetahuan yang sudah tua umurnya. Namun sepertinya masyarakat awam tidak banyak yang mengetahui. Dalam bahasa arab disebut sebagai peristiwa Istiwa A’zham (Persinggahan Utama). Peristiwa ini juga disebut “rashdul qiblah”.
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 28 Mei (atau 27 di tahun kabisat) pukul 12:18 waktu Mekah dan 16 Juli (atau 15 di tahun kabisat) pukul 12:27. Artinya, semua orang yang bisa melihat matahari pada saat itu dan menghadapkan wajahnya ke sana telah menghadapkan wajahnya ke kiblat. Atau jika kita melihat bayangan benda yang tegak lurus di atas tanah, maka bayangan tersebut akan membentuk garis arah kiblat.
Bagi yang di Indonesia, waktu kejadian tersebut adalah 28 Mei jam 16:18 WIB dan 16 Juli jam 16:27 WIB. Jadi, bagi yang ingin mengecek atau melihat benar tidaknya arah kiblat yang digunakan selama ini silakan keluar pada waktu tersebut dan lihat matahari (atau bayangannya).
Selain itu terdapat 2 hari lain dimana matahari tepat di “balik” Ka’bah (antipoda), dimana bayangan matahari pada waktu tersebut juga mengarah ke Ka’bah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 November 21:09 GMT (29 November 4:09 WIB atau 6:09 WIT) dan 16 Januari jam 21:29 GMT (17 Januari 4:29 WIB atau 6:29 WIT). Saat matahari di bawah Ka’bah ini cocok digunakan untuk mengecek arah kiblat bagi wilayah Indonesia Bagian Timur yang mungkin sudah masuk malam hari pada saat Istiwa A’zham.

Demikianlah penjelasan  Menentukan Arah Kiblat Dengan Tepat, semoga bermanfaat.

Test Komentar 5

LEAVE A REPLY